BannerFans.com

Roh Kudus Hadir Disini

Monday, September 29, 2014

Shalom

Tuhan itu baik, sungguh baik. Kali ini saya mau sharing dimana saya melihat kebaikan dan tanda-tanda penyertaanNya di dalam perjalanan kami. Kami mendapatkan Message/Nubuatan dari Tuhan untuk disampaikan kepada jemaat yang berada di south. Kami patuh dan kemudian pergi untuk menyampaikan hal ini kepada mereka yang berada di south. Di dalam pikiran saya, saya merasa akan bertemu dengan malaikat Tuhan di kota ini. Saya kemudian memberitahukan setiap Message/Nubuatan yang Tuhan telah sampaikan kepada kami untuk jemaat ini kepada perwakilan mereka. Disana saya pun sempat sharing tentang bagaimana Tuhan memperkenalkan kami kepada William Branham.

Women Preacher, Bossy Wives and Bobbed hair

Friday, September 5, 2014

Shalom

Saya ada membaca satu artikel dari John R. Rice tentang bagaimana menjadi seorang laki-laki dan perempuan di mata Tuhan bukan di mata dunia. Kita tahu bahwa sekarang jaman emansipasi wanita, dimana di mata dunia, wanita sekarang memiliki derajat yang sama dengan laki-laki. Dimana seorang perempuan jaman sekarang berdiri di atas mimbar untuk kotbah. Apakah itu benar di mata Tuhan? Untuk tahu itu benar atau tidak marilah kita lihat Firman di alkitab. Juga bagaimana rambut seorang perempuan memiliki arti yang penting di mata Tuhan.

Artikel ini sangatlah memberkati kami, kiranya dapat memberkati yang membacanya, terutama kaum hawa. Selamat membaca.


Bagaimana Tuhan Membawa kami kepada William Branham

Thursday, August 7, 2014

Shalom

Saudara-saudara saya mau mensharing dimana Tuhan membawa kami kepada William Branham, salah satu nabi-Nya. Brother Branham ini memiliki pelayanan khusus kesembuhan ilahi selama dia berada di muka bumi ini. Kotbah-kotbahnya tentang Tuhan Yesus dan akhir jaman membuat kami kembali berapi-api di dalam Tuhan Yesus. Seperti kisah dua orang yang sedang dalam perjalanan ke Emaus. Ketika mereka berjalan ke Emaus, Tuhan Yesus mendekati mereka, tetapi ada sesuatu di mata mereka sehingga mereka tidak mengenali-Nya dan berbicara tentang Mesias yang harus menderita. Ketika sudah sampai di kota Emaus, mereka berdua mendesak-Nya untuk tinggal bersama karena hari sudah petang. Pada saat Tuhan memecahkan roti di depan mereka, mereka baru terbuka matanya dan menyadari bahwa itu adalah Tuhan Yesus. Sadarlah mereka dan pantaslah hati mereka berapi-api ketika Tuhan sedang bercerita dari kitab-kitab para nabi yang bercerita tentang penderitaan Mesias.

Brother Branham ini juga telah membakar hati kami ketika kami mendengar dan melihat kesaksian-kesaksian dan kotbah-kotbahnya. Dia bukanlah Tuhan tapi dia adalah utusan Tuhan yang mempersiapkan bride-bride untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

One Sweet Thing from The Lord

Friday, July 25, 2014

Shalom,

Saya mau sharing tentang hal ini: One Sweet Thing from The Lord. Sharing ini saya tulis yang inspirasinya saya dapat dari salah satu cerita di buku The Chicken Soup. Ceritanya sangat membangun. Saya akan merangkum ceritanya. Ceritanya dimulai dari seorang berkulit hitam berkebangsaan Amerika yang bekerja sebagai cleaner di sebuah gedung 8 lantai. Dia hanya bekerja sebagai tukang sapu dan hidupnya berat. Setiap hari dia selalu bersungut-sungut ketika dia bekerja. Apalagi dia memakai baju cleaner dan bekerja di sebuah gedung yang dimana orang-orang di dalamnya memakai pakaian yang rapi. Jadi dia selalu minder dan selalu merasa kalau orang yang bekerja di gedung itu selalu melihat dia rendah.

Pada suatu ketika dia sedang menyapu, tiba-tiba dia menemukan coin yang membuat dia senang. Hal yang sama terjadi juga pada keesokan harinya dan kemudian besok dan besoknya lagi. Ketika dia menyapu dia menemukan coin secara reguler. Hal ini membuat dia looking forward dalam bekerja dan  dia mulai senang dengan pekerjaannya. Setiap kali ia menemukan coin, otomatis dia langsung bersyukur kepada Tuhan. Coin demi coin pun ditemukan baik itu the end of the day ataupun pada awal dia bekerja. Awalnya ia berpikir jika ada seseorang yg sengaja menjatuhkan coin untuknya. Namun tidak ada. Lalu ia pun menyadari bahwa hal ini adalah one little thing yang berasal dari Tuhan, Tuhan tahu ia sedang susah dan sedih, Tuhan menghiburnya dengan caranya yang humble nan unthinkable. Tuhan seperti memberitahu bahwa Ia ada disana menemani dia bekerja. Dia pun mulai bersyukur kepada Tuhan dan tidak bersungut-sungut lagi akan pekerjaannya. Dia melihat, menyadari dan merasakan gift yang berasal dari Tuhan.

Bagaimana setan menghentikan doa-doa kita

Sunday, July 20, 2014

Shalom

Sharing ini saya ambil dari blog tetangga dan menurut saya sharing ini sangat bagus sekali. Harus dibaca bagaimana setan menghentikan doa-doa kita. Selamat membaca....

DOA

Dalam artikel ini saya ingin membagikan sebuah kesaksian dari seseorang yang telah melayani iblis dan telah diselamatkan saat ini dan diceritakan kembali oleh John Mulinde


Setelah membaca artikel ini, jangan lupa membagikannya kepada teman-teman Facebook maupun BBM Anda, agar lebih banyak orang-orang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka. Mari kita simak artikel di bawah ini John Mulinde harus berpuasa selama sepuluh hari di hadapan Tuhan, lalu dia bertanya,"Tuhan apakah ini benar?" dan pada saat itu juga Tuhan mulai memberitahu kepadanya apa yang sebenarnya terjadi dalam dunia roh ketika seseorang berdoa


Beban Hidup yang Berat

Thursday, July 17, 2014

Shalom

Kali ini aku mau sharing tentang beban hidup yang berat. Siapa yang merasa hidup ini berat? Hmm kalau hidup di dunia ini pastilah berat, karena semua tuntutan di dunia ini hanyalah membuat orang menjadi stress. Lihat sekarang semua barang dan makanan sangatlah mahal yang membuat seorang ibu pun harus bekerja demi memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Ini baru bicara soal kebutuhan pangan, belum lagi kebutuhan yang lain mulai dari handphone, smart tv, laptop, mobil yang bikin kita selalu merasa tidak cukup karena kita selalu disodori dengan barang-barang yang sangatlah mahal. Jadi kita harus kerja, kerja dan kerja!! Kalau tidak kita tidak bisa mengikuti perkembangan jaman, jadinya tidak gaul. Itulah kuk yang diberikan dunia ini.

Aku pernah satu kali merasa seperti itu. Jujur di stage tersebut aku merasa bahwa aku cukup capable untuk melakukan semua pekerjaan orang-orang. Kesombonganku. Kemudian aku melihat orang-orang yang memakai mobil mewah dan handphone keren dan sebagainya. Iri hati aku sangatlah besar pada saat itu. Kenapa pada saat itu aku sangat iri hati dengan mereka? Aku pun tidak tahu, mungkin karena aku hanya memikirkan hal-hal duniawi, dari mulai pikiranku memikirkan pekerjaan yang bagus yang dapat gaji gede dengan bonus yang besar juga, kemudian mau memiliki mobil, rumah dan semuanya yang orang miliki.


Perintah Tuhan datang kepada kami : Pindah Kota

Saturday, July 12, 2014

Shalom, 

Kali ini saya mau berbagi cerita hidup kami tentang perintah Tuhan untuk pindah kota, yang lumayan jauh dari kota kami tinggal yaitu 7 jam perjalanan darat. Ketika mendapat perintah tersebut melalui doa, kami terus berdoa dan bergumul meminta Tuhan untuk mengconfirm hal tersebut. Tuhan pun menconfirm hal-hal yang kami minta, salah satunya adalah urusan pekerjaan. Pekerjaan merupakan hal yang paling crucial dalam hal ini; oleh karena pada waktu itu kami belum mendapatkan Permanent Resident di New Zealand, melainkan hanya work visa saja yang mengkondisikan bahwa kita harus tetap bekerja di company dan kota yang tertera di visa kita tersebut. Kalau kita pindah pekerjaan, syaratnya harus mengapply ulang work visa di tempat yang baru, proses aplikasi yang tidak gampang: dimulai dari awal dan bisa ditolak kalau kita tidak melapor ke pihak Imigrasi New Zealand. Nah dalam hal ini, singkat cerita Tuhan mengkonfirmasi perpindahan kami dengan cara membukakan jalan untuk pindah pekerjaan di kota tersebut, mengenalkan kami kepada seorang owner restaurant cepat saji yang mau menerima suami saya. Dia pun mau membantu izin kerja suami saya jika diperlukan. Masalah tersebut pun beres.

Kami pun mempersiapkan hal-hal yang lain, seperti mempersiapkan keuangan untuk pindahan, yang tidak murah. Barang-barang yang tidak diperlukan kami jual untuk memangkas barang-barang yang akan dibawa. Kami pun mulai bergerak untuk mencari-cari rumah sewaan, berhenti dari pekerjaan dan mengunjungi teman-teman disini untuk pamitan. Secara fisik kami siap, namun secara mental hati kami masih di kota ini. Setiap malam kami terus berdoa kepada Tuhan, bila hal ini memang kehendak Tuhan, terjadilah, namun bila tidak biarlah Dia yang menutup jalan-jalannya. Segala pintu terlihat terbuka lebar pada awalnya. Banyak dari teman-teman kami yang bingung kenapa kami tiba-tiba mau pindah tanpa alasan yang jelas, kami yang bingung bagaimana mau menjelaskannya kepada mereka, terutama yang belum percaya.