Shalom
Jujur, seumur hidup saya belum pernah bekerja, bekerja yang benar-benar (proper job). Dulu waktu kuliah di Jakarta saya hanya pernah magang dan kerja paruh waktu saja di sebuah perusahaan yang cukup besar. Namun, karena sikon pekerjaan yang kurang menyenangkan, saya resign dalam waktu yang singkat. Lalu, sewaktu saya kuliah di New Zealand, saya bekerja di sebuah $2 shop sampai saya lulus. Kemudian untuk mengisi waktu dan menambah-nambah biaya pernikahan, saya bekerja di vineyard selama 1 bulan.
Setelah menikah, saya pun langsung hamil. Serius, yang namanya mencari pekerjaan sambil hamil itu susah loh. Orang-orang pada tidak mau, karena hanya bekerja untuk jangka waktu pendek saja, selain itu juga orang hamil itu banyakan capeknya. Awal-awal saya sempat kecewa, kenapa saya hamil begitu cepat, sedangkan rencana kami adalah kami mau bekerja dahulu nanti baru rencanakan punya anak setelah kami merasa siap. Namun, Tuhan berkehendak lain. Tuhan ingin kami menyandarkan hidup kami kepadanya. Kami pun berdoa mengenai hal ini, kami minta hanya rencana Tuhanlah yang ada pada kami. Lalu kami pun mendapat jawaban bahwa saya lebih baik tidak bekerja. Saya pun menyerah mencari pekerjaan, karena percuma saja, jika Tuhan sudah katakan tidak, pasti tidak. Jika saya memaksa, mungkin saya bisa mendapatkan pekerjaan, tapi pasti pekerjaannya tidak mendatangkan damai sejahtera karena itu di luar rencanaNya.