BannerFans.com

Sharing tentang buah Feijoa tetangga

Sunday, June 15, 2014

Shalom,

Aku suka sekali makan buah feijoa. Di Indonesia buah tersebut tidak ada, tetapi setiap musim gugur di New Zealand buah feijoa ada dimana-mana. Buahnya lonjong, berwarna hijau, harum, rasanya manis-manis sedikit asam, seperti campuran jambu biji dan lemon. Segar sekali. Nah, tetangga sebelah rumahku, itu punya pohon feijoa, sebagian dari cabangnya melintasi pagar dan ada beberapa rantingnya ada di wilayah rumahku. Oleh karena itu, setiap hari kira-kira ada 5-7 buah jatuh di tamanku. Rumah tetanggaku itu sudah lama kosong, setahun lebih. Tahun lalu, buah-buah feijoa yang jatuh di tamannya itu banyak sekali. Begitu juga tahun ini, buahnya beratus-ratus jatuh membusuk. Setiap kali saya memandangnya, saya merasa kepingin sekali mengambilnya, namun saya ragu, bolehkah? Kalau saya melompati pagarnya lalu mengambil buahnya apakah itu namanya mencuri? Tapi kan rumahnya kosong dan toh juga pasti buahnya tidak ada yang mengambil lalu menjadi busuk. Saya galau sekali, sampai-sampai saya berdoa kepada Tuhan untuk hal tersebut. Seharian saya memikirkan feijoa sebelah, saya utarakan hal tersebut kepada suami.

"Jawaban" pun datang tepat sebelum saya tidur, tiba-tiba di otak saya ada ayat yang mengenai tahun sabat (yobel) dimana orang-orang miskin boleh mengambil hasil panen dari kebun orang lain yang dibiarkan tumbuh. Setelah saya google, ternyata ada ayatnya lalu saya tunjukkan kepada suami saya. Setelah merasa yakin lalu kami berdua mengambil buah yang jatuh tersebut, dapat 1 bag besar, sekitar 100 buah feijoa.

Beberapa hari dari situ, tiba-tiba hati saya berkumandang kata "Gehazi". Saya merasa tidak pernah mendengarkan kata tersebut, tapi hati saya yakin Roh Kudus memberitahu saya bahwa itu adalah nama salah satu tokoh di alkitab. Karena saya berpikiran mau mengandalkan Roh Kudus dan bukan mr.google, maka saya berdoa agar Tuhan kasih saya hikmat mengetahui nama tersebut, lalu saya cari nama Gehazi di alkitab. Saya menemukannya di kitab 2 Raja-raja 4,5 dan 8. Jadi Gehazi adalah tangan kanan nabi Elisha yang mengarungi banyak kisah keajaiban Tuhan, namun tidak segan/takut untuk berbohong demi kepentingannya sendiri. Ia mengambil persembahaan dari Naaman, orang yang disembuhkan kustanya oleh Elisha untuk kekayaannya sendiri. Lalu seketika itu juga penyakit kusta Naaman berpindah kepadanya dan seluruh keturunanya sampai selama-lamanya. Akibat dari cinta akan harta.

Setelah membaca cerita Gehazi, berdesirlah hati saya. Saya merasa Tuhan menegor saya karena pekara feijoa tersebt. Dengan melihat lalu mengingikannya dan memikirkannya secara continui, bukankah itu merupakan suatu hal yang sia-sia? Menginginkan barang milik orang lain, lalu mencurinya dan menikmatinya. Bukankah Firman Tuhan berkata janganlah menginginkan hak orang lain. Jika saya tidak setia dalam perkara kecil ini bagaimana saya bisa setia pada perkara besar? Saya tidak mau juga penyakit apapun dari pemilik pohon tersebut menimpa pada saya. Saya pun menyadarinya, lalu saya minta maaf lalu mengembalikan semua buah tersebut ke tempatnya. Sampai sekarang pun, tidak pernah lagi saya melirik buah yang bukan menjadi bagian saya. Cukuplah dari ranting pohon yang menjalar melewati pagar kami. Itulah berkat buah yang sah, yang Tuhan berikan saya untuk dinikmati.


Lalu "jawaban" apa yang saya dapatkan pada malam itu? Setelah saya baca-baca lagi mengenai Tahun Yobel tersebut, Roh Kudus mengatakan bahwa hal itu tidak sah bagi saya, karena yang boleh mengambil hasil panen yang dibiarkan itu adalah yatim, janda-janda atau orang miskin dalam artian orang yang membeli makan pun susah, tidak bisa beli sehingga mereka harus memetik hasil panen yang tertinggal. Salah saya adalah ketika saya merasa mendapat "jawaban" dari Tuhan, saya tidak berdoa terlebih dahulu, melainkan langsung hantam karena terbakar oleh hawa nafsu. Bisa saja si jahat yang membisikkan ayat tersebut kepada saya, karena kita tahu bahwa mereka hafal betul alkitab dan senang mencari celah supaya kita bisa diserang. Namun Tuhan itu baik tidak akan membiarkan celah tersebut terbuka bagi si jahat. Ia melindungi saya dengan kasih-Nya. Jalan-Nya sungguh ajaib bagaimana Dia menjauhkan saya dari perangkap dosa. Halleluya. Praise God.

2 comments:

Ape Aprilia said...

di tempat kami Dieng Plateau Jateng ada buah ini

jadi saudaraku jangan bilang kalau indonesia tidak punya feijoa
ditempat kami biasa disebut Menut atau Jambu Brazil

Hendri said...

Hello Ape,

Wah di indo juga ada ya? Haha sorry saya nggak tahu tp skrg jadi tahu deh :) setelah saya Google trnyt memang ada di bbrp bagian indo yg punya buah ini ya walaupun rada beda sedikit. Warna dalamnya merah, dan yg disini warna dalemnya putih..tp saya rasa rasanya juga mirip2 bahkan sama ya :) yg saya harapkan adalah jika orang2 yg membaca ini merasa terberkati dengan kesaksian saya, sorry ya kalo ada salah2 detail..yg ptg faktor Tuhannya ;) God bless.

Post a Comment