BannerFans.com

Satu Orang Percaya, Seisi Rumah Diselamatkan: Tuhan Membawa Keluarga Saya ke dalam TerangNya

Wednesday, March 23, 2011

Shalom semuanya....

Kali ini mau sharing tentang Indah, dimana Firman Tuhan digenapi dalam hidupnya dimana Satu orang percaya, seisi rumah diselamatkan. Kalian sudah bisa menerka-nerka siapa yang diselamatkan, disini cara Tuhan begitu ajaib, ketika aku membaca sharing Indah ini aku pun terpukau sekali dengan caranya Tuhan. Oh Tuhan begitu dalam rancanganMu.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yes 55:9).
Inilah sharing indah,
Sejak menerima keselamatan dari Tuhan Yesus, sebetulnya saya sudah berniat untuk dibaptis, namun hal tersebut selalu ditunda karena ibu saya melarangnya. Alasannya, takut nanti kalau suami saya bukan seorang kristen. Saya tahu hal itu adalah alasan yang dibuat-buat. Alasan sebenarnya menurut saya adalah karena ibu saya kuatir untuk menyerahkan saya pada Tuhan asing dan juga takut saya menjadi sangat fanatik. Ya kurang lebih begitu. Oleh karena itulah saya baru dibaptis 7 tahun setelah menerima Tuhan Yesus. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Di awal keselamatan saya, saya diberikan sebuah alkitab oleh orang gereja. Saya merasa senang, sekaligus penasaran tentang isinya, karena walaupun saya bersekolah disekolah katolik, saya hanya tahu cerita tentang penciptaan bumi dan Adam Hawa saja dari pelajaran agama. Maka dari itu saya selalu rajin membaca ayat-ayat alkitab, meskipun hanya sepatah-patah saja. Saya dikejutkan dengan banyaknya larangan Tuhan terhadap penyembahan berhala. Setiap saya membaca tentang berhala pasti saya teringat dengan ibu saya, karena beliau waktu itu rajin sembahayang ke kelenteng. Dari sana saya sadar hal itu salah, karena kita hanya boleh menyembah Sang Pencipta saja. Waktu itu saya berniat memberitahu ibu saya kalau hal itu  salah, tapi niat itu sayang urungkan karena takut dimarahi. Ibu saya adalah orang yang bertemperamen tinggi, jadi saya harus selalu berhati-hati dalam berbicara mengenai apa pun. Jadi waktu itu yang saya lakukan adalah menstabilo bagian Tuhan marah-marah terhadap pemyembah berhala dan penjelasan mengenai berhala itu sendiri dan membiarkannya terbuka di atas meja belajar saya. Saya juga berharap ibu saya membacanya.

Setelah beberapa hari menunggu, saya tidak mendapat respon apapun dari ibu saya. Beliau tetap melakukan segalannya dengan normal. Saya tidak tahu apakah ia membacanya atau tidak. Saya merasa agak kecewa, tapi Tuhan memberikan penguatan kepada saya ketika beberapa saat kemudian saya membaca ayat mengenai ibadah yang sembunyi-sembunyi dan tidak diketahui orang lain. Disana dikatakan bahwa kita harus menunjukkan iman kita kepada Tuhan Yesus dan tidak "bersembunyi" ketika berdoa. Kira-kira seperti itulah hikmat yang saya dapatkan (yang saya percaya dari Roh Kudus) pada saat itu. Saya benar-benar terkejut karena situasi yang seperti itulah yang saya alami saat itu. Saya tidur bersama dengan ibu saya, setiap malam saya selalu berdoa, namun saya masih malu-malu untuk duduk dan berdoa secara terang-terangan, jadi yang saya lakukan adalah pura-pura tidur, namun sebenarnya saya berdoa. Begitupun pada saat makan, saya hanya berdoa dalam hati. Namun, mulai pada hari saya membaca ayat itu, saya berusaha untuk tidak malu-malu lagi.

Rupanya setelah beberapa lama saya "membuka kedok" saya, ibu saya pun tampaknya mulai melihat hal-hal positif yang berkembang dalam hidup saya. Katanya setelah saya jadi kristen, saya menjadi orang yang lebih baik. Puji Tuhan! Saya tahu Tuhan Yesus yang membentuk saya dengan caraNya yang unik, dan tidak ada yang kebetulan kenapa Tuhan juga suruh saya untuk berdoa terang-terangan didepan ibu saya, seiring dengan pembentukan karakter saya oleh Tuhan. Saya bersyukur sekali punya Tuhan yang begitu bijaksana.

Di dalam hati saya, saya selalu menginginkan ibu saya juga diselamatkan, terutama ketika membaca Firman Tuhan tentang penyembahan berhala dan juga ketika melihat ibu saya memiliki kehidupan yang dari sudut pandang saya, jauh dari damai sejahtera. Walaupun berkat Tuhan selalu mengalir dalam kehidupan beliau, namun saya tahu hatinya dipenuhi kegalauan, kekosongan, dan hambar. Walaupun wajahnya tertawa, tapi itu jauh dari sukacita. Teman-teman ibu saya pada saat itu pun hanya terbatas pada teman-teman arisan dan kakaknya saja. Tidak ada teman yang sejati yang akan segera tulus membantu jika diperlukan. Saya melihat hidup yang flat, datar, kosong dan penuh dengan rutinitas yang membosankan. Saya jadi berpikir mungkin hal inilah yang menyebabkan banyak orang dunia terjebak dalam hidup yang sia-sia. Karena hidup mereka hambar, membuat mereka mencari sesuatu yang "menarik". Sebagian orang lagi, yang merasa terperangkap dengan hidup yang membosankan, menjadi stress dan menarik diri, yang kemudian menjadi sumber depresi. Jauh sekali berbeda dengan hidup orang-orang yang di dalam Kristus. Mereka mempunyai hidup yang damai sejahtera, dipenuhi sukacita dan "petualangan seru" bersama Tuhan Yesus. Yang paling terutama, bagi orang-orang yang benar-benar mencari Tuhan, mereka mempunyai tujuan dalam hidup mereka. Setidaknya itulah yang saya lihat dari hidup saya dan dari hidup orang-orang kristen yang saya temui.

Oleh karena itulah saya benar-benar bertekad untuk mendoakan ibu saya. Namun, saya baru benar-benar berdoa bagi keselamatan ibu saya kurang lebih 4-6 tahun setelah saya diselamatkan, sebelum itu saya terlalu sibuk dengan diri saya sendiri. Satu hal yang selalu pegang mengenai keselamatan yaitu, satu orang percaya, seisi rumah diselamatkan 
Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu. (Kis 16:31)
 Saya berdoa bagi ibu saya (dan juga bagi suami saya yang waktu itu masih jadi pacar saya) dan juga sempat beberapa kali berpuasa. Doa dan puasa itu saya lakukan ketika saya kuliah di Jakarta dan juga ketika saya berlibur di Palembang. Saya tidak mengharapkan hasil yang instan dari Tuhan, namun saya hanya percaya kepadaNya, dan keajaiban pun terjadi.
Pada saat liburan akhir tahun 2003, saya pulang ke Palembang. Waktu itu saya berumur 18 tahun. Waktu itu rumah ibu saya masih dipenuhi dengan banyak jimat yang digantung di ambang hampir tiap pintu. Salah satu jimat yang paling kuat adalah yang dipasang di atas pintu kamar ibu saya, yaitu yang juga kamar saya dulu. Terkadang sewaktu pulang kerumah saya merasa 'diganggu' oleh mereka, misalnya dalam penglihatan malam (Puji Tuhan tidak mengerikan), ketindihan, ribut-ribut dengan seisi rumah. Setiap pulang kerumah hal-hal tersebut pasti terjadi, dan saya yakin sekali bahwa hal tersebut adalah intervensi dari mereka. Waktu itu adalah malam Natal dan saya dengan terlalu berani, dengan tidak memakai hikmat, membaca Firman Tuhan didepan ambang pintu kamar ibu saya (ibu saya sedang tidur) dengan maksud untuk menantang si "dewa" yang tergantung tersebut, selain itu saya juga sambil mendoakan ibu dan mantan pacar saya, dan juga minta kado natal dari Tuhan, yaitu keselamatan ibu saya. Setelah tengah malam berlalu saya pergi tidur seperti biasa. Tidak ada yang terjadi pada malam tersebut.

Namun, keesokan harinya, saya dibangunkan oleh sesuatu yang mengejutkan. Sesosok roh bermuka merah dan besar "menindih" saya. Ia terlihat sangat-sangat marah. Untungnya ketindihan tersebut  berlangsung sebentar saja, kemudian saya bebas kembali. Ketika saya sudah bisa bangun, saya langsung berlari ke dapur, ke nenek saya. Ibu saya sedang pergi ke pasar. Saya tahu siapa yang 'menindih' saya, yaitu "dewa" yang diambang pintu kamar ibu saya. Di gambar tersebut, dewa itu berparas sangat baik, sangat suci, namun ia terlihat begitu jahat dalam penglihatan saya.

Tidak ada yang kebetulan didunia ini. Ada alasan kenapa Tuhan mengizinkan saya untuk menantang "dewa" tersebut, kenapa Tuhan memberikan saya keberanian sebesar itu. Karena ternyata setelah saya ceritakan apa yang terjadi kepada saya kepada nenek saya, nenek saya langsung menceritakan hal tersebut kepada ibu saya, dan kemudian menyarankan agar semua jimat yang dipasang di rumah dilepaskan. Keesokan harinya, semua jimat sudah dilepaskan oleh paman saya. Puji Tuhan.

Lebih ajaibnya lagi, Tuhan benar-benar memberikan kado natal yang saya minta pada tanggal 24-12-2003. Ia mendengarkan doa saya dan mengabulkannya. Pada malam tahun baru 2004, gereja yang waktu itu saya menjadi jemaatnya mengadakan kebaktian sulung, yaitu kebaktian yang dikunjungi sekeluarga. Waktu itu saya selalu pergi bersama dengan keluarga teman saya, namun malam itu saya merasa tidak enak untuk ikut menyempil dalam acara keluarga mereka. Jadi saya bulatkan tekad saya untuk pergi sendirian, dengan minta diantar ibu saya, karena saya tidak bisa menyetir. Hal yang mengejutkan terjadi. Pada saat saya katakan saya kesana sendirian karena tidak enak hati dengan keluarga teman saya, ibu saya menawarkan diri untuk ikut menghadiri kebaktian tersebut, dengan alasan tidak ada yang dapat dikerjakan dirumah. Beliau pun langsung siap-siap dan ganti pakaian dengan cepat (karena saya sudah siap). Saya merasa sangat tercengang dan bersyukur di dalam hati.

Pada saat kami menghadiri kebaktian itu, saya terus-terusan melirik ke arah ibu saya, masih merasa tidak percaya. Dengan sangat luar biasa, ibu saya ikut berdoa pada saat berdoa, ikut bernyanyi pada saat menyanyi, dan ikut mendengarkan pada saat pendetannya kotbah. Yang paling mengejutkan adalah pada waktu diadakan altar call, dimana pendetannya mengundang semua orang yang belum pernah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat untuk maju ke depan dan berdoa terima Tuhan. Ketika itu saya sedang berdoa dengan menutup mata, ketika saya membuka mata saya dan melirik ke arah ibu saya, beliau sudah tidak ada disana! Ragu-ragu saya mengintip ke depan dan ... Haleluyah!! Beliau sudah ada di depan sana sedang berdoa dan mengadahkan tangan untuk menerima Tuhan Yesus. Ajaib Tuhan kita itu, Ia benar-benar hidup dan nyata. Sejak hari itu ibu saya diperkenalkan dan didekatkan oleh Tuhan dengan banyak teman-teman dalam Kristus. Lucunya, teman-teman ibu saya ini, saya lihat sejalan dengan ibu saya dalam banyak hal, sehingga mereka cocok sekali. Rumah mereka pun bertetangga dengan rumah ibu saya. Ibu saya juga sekarang sudah menemukan kantong anggurnya di dalam Tuhan dan terus bertambah disana. Seiring dengan damai sejahtera, sukacita dan berkat yang terus ditambahkan Tuhan Yesus, saya juga melihat Tuhan memproses ibu saya dengan keras. Oh ya, Tuhan juga mengabulkan cita-cita saya untuk dibaptis bersama dengan ibu saya, karena akhirnya kurang lebih 2 tahun setelah ibu saya menerima Tuhan Yesus, kami berdua dibaptis di gereja yang ibu saya menjadi jemaatnya. Halleluya!

Ibu saya terus bertumbuh di dalam Kristus. Selain rajin mengunjungi ibadah hari minggu di gereja, beliau juga aktif dalam persekutuan doa yang diadakan di rumah-rumah jemaat setiap minggunya. Kurang lebih setiap 4 bulan sekali, persekutuan doa itu juga diadakan di rumah ibu saya. Mereka berdoa, bernyanyi, sharing, dan terakhir acara makan-makan. Nenek saya selalu ikut serta, jika persekutuan tersebut beribadah di rumah. Ia selalu duduk di bagian paling belakang, melihat dan mencermati kebaktian tersebut. Walaupun nenek saya pada waktu itu masih beragama budha, tidak pernah mendengar tentang Tuhan Yesus, dan tidak bisa membaca dan menyanyi, pendeknya beliau sulit untuk mengikuti kebaktian tersebut, namum beliau selalu penasaran dengan persekutuan doa itu. Sampai pada akhirnya, beliau minta dibaptis tahun lalu (2009) dengan kemauan sendiri dan pertentangan dari pihak keluarga juga. Walaupun nenek saja berjalan saja sulit (ketika dibaptis beliau berumur 80 tahun)  ia mau pergi ke kolam renang yang di gereja dan menceburkan diri kesana. Wah sungguh besar kekuatan dari Tuhan Yesus.

Sekarang dari seisi rumah ibu saya dulu yang belum terima Tuhan Yesus hanyalah adik saya. Namun, ayat satu orang percaya, seisi rumah diselamatkan itu masih ada dalam hati saya. Saya sangat percaya Tuhan berkenan, Ia dapat melakukan apa saja, melalui siapa saja. Contoh nyata seperti nenek saya yang tidak pernah mencari-cari, tidak pernah diinjili, tapi bisa percaya dan menerima Tuhan Yesus. Seperti itulah cara kerja Tuhan, tidak ada yang dapat menyelaminya. Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktu yang Ia telah tetapkan, dengan cara yang luar biasa. Yang perlu kita lakukan hanyalah berdoa dan percaya kepadaNya. Lihatlah ... pelangi kasihNya akan nyata bagi kita semua. Semua kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus! Glory bagi Dia, Halleluya!

18 comments:

Leni Liem said...

aminn.. sharing nya bagus banget pak >.<

saya jg lg menunggu Tuhan menjawab doa saya..
Saya percaya keluarga saya jg akan dselamatkan..
Bantu doa jg pak =)
GBU

Leni Liem said...

pak saya ijin share di blog saya...
http://leniliem.blogspot.com/2011/05/salvation.html
Thx ^___^

Hendri said...

@leni : Ini sharing Indah, Indah istri saya yang sharing ini :). Sharing aja di blognya, gpp kok.. Tuhan Yesus dengar doanya leni, tinggal tunggu waktunya Tuhan aja...
Btw jangan panggil pak, saya neh masih muda, masih 20 tahunan LoL cuma sudah punya 1 anak aja :p hehe

JLU

Leni Liem said...

hahhaha segan klo cuma manggil nama..hahaha
tq ya hendri...salut ama kesaksian istri kamu..
im so blessed ^^
salam ama indah ya =)
amin :) Tuhan Yesus pasti akan memberikan semua indah pada waktuNya

Dan Lie LeyLey said...

terharu membacanya...terkadang kita yang lahir dari keluarga kristen justru banyak yang belum sepenuhnya menerima Yesus dalam hati....mungkin aq salah satu nya..

Hendri said...

Shalom...

Thank you ya commentnya. Semoga dengan artikel ini dapat memberkati kamu sehingga bisa sepenuhnya menerima Tuhan Yesus dalam hati. God bless

Aini Eve said...

bagus banget sharingnya :) God Bless

Hendri said...

Terima kasih. Tuhan memberkati

samuel christ said...

Sy jg mengalami hal yg sama.. Sy bahkan dilarang untuk ke gereja beribadah padahal sy melayani Tuhan.. Bantu dukungan doa ya.. Tuhan Yesus memberkati

Hendri said...

Hi Samuel

Kita bantu dalam doa, kiranya Tuhan menyertai dan memberi anda kekuatan. Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil.... Tuhan Yesus memberkati.

Martin Kyde said...

Shalom, terima kasih sharingnya, sangat membangun, saat ini ibu dan kakak perempuan saya juga belum menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan, saya mohon untuk dibantu doanya, agar janji Tuhan boleh terjadi di keluarga saya, Tuhan Yesus memberkati.

Hendri said...

@ Martin Kyde percayalah kepada Tuhan Yesus dengan segenap hatimu. Saya berharap dapat mendengar sharing Martin tentang bagaimana ibu dan kakak perempuan mu menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Gbu

Rifo Warokka said...

Wow.. Luar biasa..
Sangat di berkati..
Gb..

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Lanny Lubis said...

saya juga sangat terberkati ketika membaca kesaksian ini ;) saya juga mengalami hal yang hampir sama sekarang.Mohon dukungan doanya ya agar Tuhan juga pulihkan keluarga saya dan mereka hidup benar2 dalam Kristus Yesus ; )

Sinaga Cool said...

Sangat memberkati saudaraku Hendry... terimakasih buat sharingnya ya

Anonymous said...

wow... kok tuhan bekerja utk manusia ya

Hendri said...

Terima kasih untuk komentarnya bro. Menurut saya Tuhan tidak bekerja untuk manusia.
Tuhan menggenapi janjinya di hidup Indah karena dia percaya bahwa satu orang percaya maka seisi rumah diselamatkan.

Maksud dari kalimat tersebut adalah proses dari Tuhan menjawab doa kita bukannya Tuhan bekerja untuk manusia. Satu lagi Tuhan Yesus mau semua orang diselamatkan

1 Timotius 2:4-6 (TB) yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

God bless

Post a Comment