BannerFans.com

Barisan Pertama

Sunday, December 4, 2011

Shalom....

Barisan pertama, kedua atau ketiga? Ketika pertanyaan ini melintas di pikiranku, barisan mana yang harus aku pilih ya? Apakah itu barisan pertama yang paling depan, berhadapan dengan para musuh-musuh. Atau menjadi barisan kedua atau ketiga. Setiap barisan pasti memiliki resiko yang harus dibayar. Sebagai pengikut Kristus kita diharuskan selalu waspada dan berjaga-jaga.
1Pe 5:8  Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Setelah itu aku membaca satu buku random yang menjelaskan tentang barisan pertama, kedua atau ketiga. Barisan pertama adalah barisan depan dimana kita berhadapan dengan para musuh. Barisan kedua atau ketiga adalah pasukan cadangan dan orang-orang sipil yang tidak ikut berperang. Dalam peperangan rohani maupun perang modern ternyata yang paling banyak cidera yaitu pasukan cadangan atau orang-orang sipil ini. Kok begitu ya, bukannya mereka lebih aman dibandingkan barisan pertama yang ada di medan perang. Ternyata tempat yang paling aman adalah di barisan pertama atau di garis depan. Ketika kita dalam barisan pertama, kita tidak pernah lengah, kita selalu berjaga-jaga bahkan dalam tidur kita pun selalu berjaga-jaga. Inilah yang membuat kita selalu waspada bahwa iblis kapan pun dapat menyerang kita. Sebagai pengikut Kristus kita harus berada di garis depan setiap harinya apakah kita suka ataupun tidak. Disaat kita berpikir bahwa kita adalah orang-orang di barisan kedua atau ketiga atau sebagai orang-orang sipil dan kita sedikit rileks dan melepaskan perlengkapan senjata kita (Efesus 6 :13-17) disaat ini musuh melihat celah kita dan akan masuk menghancurkan kita. Ingat peperangan kita bukanlah peperangan melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Efesus 6:12).

Saat membaca buku ini aku pun langsung sadar, wah kalau begitu Tuhan biarlah aku terus menjadi barisan depanmu yang selalu berjaga-jaga dan siap dalam segala peperangan. Jangan sampai aku melepaskan perlengkapan senjata Allah. Terima kasih Tuhan kau telah membukakan sesuatu bagiku. Biarlah kami dapat menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang tangguh.

2 comments:

Felisia Devi said...

like this !
mau juga menjadi barisan depanmu yang selalu berjaga-jaga dan siap dalam segala peperangan

Hendri said...

Amien .....

Post a Comment